top of page

IMAN YANG MENGHIDUPKAN

Sebuah refleksi Pastoral

oleh : RP.Gregory Harapan, SVD


Sebagai murid Kristus, sejatinya kita harus belajar dari para murid Kristus, kisah hidup mereka selama Yesus hidup, ditangkap, disalibkan dan setelah kebangkitan Kristus. Hal ini dimaksudkan agar kita semakin memahami tugas pelayanan yang sesungguhnya.


Dari ke-12 murid Kristus, ada beberapa yang sering disebut dalam bacaaan injil:


1. Yudas Iskariot, Ia yang menjual Yesus dengan sebuah ciuman demi 30 keping perak. Yesus mengetahui, bahwa Yudas Iskariot menjadi pengkhianat, maka Yesus pun membiarkan hal itu terjadi sesuai kehendak Bapa. Di akhir kisah hidup nya, Yudas Iskariot sangat menyesali perbuatannya, sehingga ia melakukan bunuh diri.

2. Petrus, Yesus mengetahui bahwa Petrus akan menyangkalnya sebanyak 3 kali dan sebelum ayam berkokok 2 kali, hal itu terjadi dan Simon Petrus menyesali perbuatannya dengan menangis tersedu-sedu.

3. Thomas, adalah murid yang penuh keragu-raguan padahal ia sudah hidup lama bersama dengan Yesus dan murid-muridNya yang lain.

4. Yohanes, murid setia yang mengikuti Yesus pada saat ditangkap disalibkan hingga kebangkitanNya.Yohanes adalah murid yang Yesus kasihi.


Dari 4 contoh ini, kita melihat bahwa Allah mempunyai rencana besar kepada umat-Nya, Allah menyelamatkan manusia dengan mengurbankan Putera-Nya. Salib sebagai tanda kehinaan, menjadi lambang kemuliaan Kristus karena kebangkitan-Nya. Kita ketahui,banyak orang yang iri terhadap Yesus dan juga takut tersaingi, sehingga timbul rencana jahat para ahli taurat, orang-orang Farisi, imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi. Mereka menangkap Yesus, dan menghasut semua orang agar membenci Yesus dan menyalibkan-Nya.


Karena mereka kesulitan untuk membedakan mana Yesus yang sebenarnya pada saat Yesus di tengah-tengah murid-Nya. maka mereka memperalat Yudas iskariot, Yudas Iskariot berhasil membawa Yesus kepada orang-orang yang membenci-Nya, Ia pun ditangkap, di dera, dihina, memanggul salib dan wafat di salib. Tetapi dalam penderitaan-Nya, Yesus memberikan teladan kepada para murid-Nya untuk tetap berpegang teguh pada janji Allah Bapa, para murid tetap diminta untuk tidak takut menghadapi segala yang terjadi.


Sebagai manusia kita pun mempunyai salib masing-masing, lewat salib yang kita panggul kita akan sampai pada suatu kesuksesan. Kesuksesan menuntut 5 hal, 5 hal tersebut adalah : Kerja keras, Pengorbanan, Perjuangan, Keyakinan dan Kesabaran. Kehidupan manusia tidak lah selalu mudah, namun di dalam setiap kesulitan, jika kita tetap bersandar kepada-Nya, maka kita selalu memiliki cahaya yang menerangi jalan hidup kita. Fokuslah pada cahaya itu, karena cahaya itu akan menuntun kita pada kebangkitan/kesuksesan hidup manusia.


Jangan pernah mengeluh apalagi berputus asa, karena kegelapan tidak selamanya menutupi jalan hidup manusia. Percayalah dan bersandarlah kepada Tuhan, seperti para murid Kristus yang tetap percaya kepada-Nya setelah Yesus tidak lagi bersama dengan mereka. Para murid Kristus, sangat percaya bahwa Yesus mencurahkan Roh Kudus-Nya bagi mereka dan tentu saja mereka berusaha untuk fokus berjalan dalam terang Roh Kudus-Nya, menjadi saksi Kristus, mewartakan sabda-Nya dan menjalankan perintah-Nya.


Dari kisah Yudas Iskariot kita belajar untuk tidak meniru perilakunya, menjual sesama demi apapun, lari dari komunitas, misal memisahkan diri dari keluarga/pasangan hidup, tidak mau bertobat, berputus asa dan membunuh diri nya sendiri. Mungkin saja perilaku Yudas Iskariot ada di dalam diri kita, untuk itu agar kita tidak menjadi seperti “Yudas Iskariot”, hendaknya kita selalu mengintrospeksi diri, melakukan hal-hal baik sesuai perintah-Nya.


Situasi sesudah kematian Yesus, para murid hidup dalam ketakutan, karena takutnya maka Thomas pun meninggalkan para murid lainnya. Thomas mengalami kekecewaan, ia pun takut akan mengalami hal yang sama seperti Yesus, mati di salib. Jika kita melihat sikap Thomas, mungkin ada di antara kita yang seperti Thomas, selalu penuh keragu-raguan dalam mengikuti Yesus. Marilah kita sadari bahwa Yesus sudah memberikan keyakinan penuh dengan cara-Nya, sehingga sudah seharusnya kita percaya sepenuh hati kita kepada Kristus janganlah pernah meninggalkan komunitas/pasangan hidup/keluarga kita. Ubahlah cara berpikir kita dan bukalah hati kita kepada Allah, sehingga hidup kita sepenuhnya dipimpin oleh Roh Kudus.


Petrus, mungkin juga ada yang mempunyai sikap seperti Petrus, menyangkal-Nya, lekaslah berbalik kepada Allah supaya kita tidak terjerumus ke dalam dosa. Tetaplah bersandar kepada-Nya supaya kita kuat dan mampu hidup dalam setiap kondisi kita masing-masing. Seperti Petrus yang kemudian bertobat, Ia menyesali perbuatannya. Ia menjadi saksi kebangkitan-Nya, ia menjadi orang ke-2 yang menyaksikan kubur kosong, tanda Yesus sudah bangkit.


Yohanes murid-Nya yang setia menjadi orang ke-3 yang masuk ke dalam kubur Yesus, Maria Ibu Yesus, Veronika, Maria Magdalena serta Maria yang lain setia mengikuti Yesus dari awal jalan salib hingga menjadi saksi kebangkitan Kristus.


Kisah sesudah kebangkitan Kristus, Yesus tetap hadir di tengah murid-murid-Nya namun karena kesedihan yang mendalam dan rasa kecewa, maka mereka tidak menyadari kehadiran Yesus di tengah-tengah mereka (kisah dua murid di Emaus Luk. 24:13-35). Mereka tidak menyadari kehadiran Yesus, karena mereka hanya fokus pada kesedihan dan kekecewaan yang mereka alami, mereka lupa akan Yesus yang telah memberikan isyarat pada saat Yesus memberikan ajaran kepada mereka. mata hati mereka tertutup karena kesedihan, Yesus yang memberikan kesadaran kepada mereka lewat pemecahan roti dan makan bersama.


Kekuatan pengalaman pribadi akan Yesus sungguh besar pengaruhnya bagi kehidupan setiap orang, mengubah segalanya dari takut jadi berani, dari ragu jadi percaya, dari malas menjadi rajin mewartakan, dari sedih menjadi gembira, karena mereka sudah betul-betul yakin dan percayar bahwa Ia sungguh bangkit. Namun Ia tidak meninggalkan para murid sendirian, Yesus mencurahkan Roh Kudus-Nya yang akan menuntun mereka menjadi saksi-Nya.


Hal yang dapat kita petik dari peristiwa yang dialami para murid adalah:

1. Kita perlu menghargai setiap moment yang kita alami, member makna pada setiap pengalaman dan belajar dari pengalaman itu sendiri.

2. Kesuksesan adalah rahmat yang Tuhan berikan melalui keterampilan dan bakat yang Tuhan percayakan kepada kita, sepatutnya kita bersyukur agar kita selalu mendapatkan berkat yang selalu baru daripada-Nya.

3. Jika kita mengalami kegagalan, yakinilah kegagalan itu adalah kesuksesan yang tertunda, janganlah berputus asa, jangan jenuh untuk mencoba atur langkah dan strategi yang baru dan memohon rahmat-Nya.


BELAJAR DARI KEARIFAN KOMUNITAS KRISTEN PERDANA


Kehidupan komunitas Kristen perdana


Para murid (11 orang) : Petrus, Yohanes, Yakobus, Andreas, Filipus, Tomas, Matius, Bartolomeus, Yakobus bin Alfeus, Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Dan beberapa perempuan Maria ibu Yesus dan saudara-saudara Yesus (mereka yang lain yang selalu Bersama Yesus)

1. Tinggal Bersama Kis 1: 13, Yoh 20:19, Luk 24:36-43,

2. Bertekun dan sehati dalam doa ( Kis 1:14)

3. Memilih Matias sebagai pengganti Yudas Iskariot v 26 ( Kis 1: 15-26)

4. Sejak awal komunitas perdana terbentuk mereka sudah dipenuhi oleh kekuatan Roh Kudus. Roh yang dihembuskan Yesus pada saat kebangkitan


Cara hidup jemaat Perdana (Kis.2:41-46)


1. Bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan v 42

2. Selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa v42

3. Rasul-rasul mengadakan banyak mukjizat dan tanda v 43

4. Bersatu dan segala sesuatu untuk kepentingan besama. V 44 Mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi

5. Menolong sesama , berbelarasa v45

6. Setiap hari berkumpul dalam bait Allah v46

7. Memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir, makan Bersama-sama dengan gembira dan tulus hati v46

8. Mereka disukai semua orang


Doa Jemaat perdana (Kis 4:29-31)


1. Mohon keberanian untuk memberitakan firman-Mu v29

2. Ulurkanlah tanganMu untuk menyembuhkan orang dan adakanlah tanda-tanda serta mukjizat-mujizat v30

3. Penuh dengan Roh Kudus memberitakan Firman Allah v31


Para murid dengan berani mengatakan:

Kami adalah saksi segala sesuatu dan Roh Kudus Kis 5:27

Roh Kudus: sumber kekuatan, yang menyemangati dan yang menerangi budi dan kehendak.

Kami adalah saksi segala sesuatu dan Roh Kudus Kis 5:27

Pentakosta: Kis 2: 1-

- Para murid penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata dalam Bahasa-Bahasa lain

- Orang dari segala bangsa mengerti apa yang mereka katakan

- Mengatakan tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah


Iman yang menghidupkan

• Para murid mempunyai pengalaman personal dengan Yesus, dipanggil dan diutus-Nya.

• Mereka mengalami sendiri tentang Yesus yang bangkit

• Mereka menghidupi iman

• Mereka dengan berani mewartakan Kristus yang bangkit

• Mereka memberi kesaksian dengan kata-kata dan perbuatan nyata

(mengajar, menyembuhkan dan bahkan menghidupkan orang mati (Tabita – Dorkas Bahasa Yunani di Yope dekat Lida)

• Rela berkorban karena iman yang mereka miliki

• Buah pewartaan mereka : banyak orang yang percaya dan menjadi pengikut Yesus

80 views0 comments

Comments


bottom of page