top of page

HUT PAROKI PADEMANGAN KE-53 TAHUN, 10 JUNI 2021

Maju Paroki ku, teguh Iman ku, bersyukur atas banyak berkat banyak tantangan dalam usia ke 53 tahun ini. RP. Gregorius Sasar Harapan, SVD mengawali homilinya.


Bersyukur untuk semua,

bagi semua yang telah bersumbangsih dalam bentuk apapun bagi para perintis paroki dan juga para pendahulu yang telah bekerja keras membangun paroki dan telah meletakkan dasar yang kuat. Membagi berkat kepada sesama, menjadi suatu kegembiraan bagi kita semua.


Atmosfir kekeluargaan kita rasakan, tetapi partisipasi aktif kita tetap diminta sesuai dengan talenta yang kita miliki, sesuai dengan keterampilan yang kita miliki. Membantu di lingkungan, wilayah dan paroki, mimpi kita agar paroki kita senantiasa bergerak maju, semoga semangat yang kita miliki sesuai dengan arahan dasar Keuskupan Agung Jakarta dan sesuai juga dengan konteks kita di Pademangan ini.


Walaupun pandemi covid-19 belum berakhir, namun kita tetap bisa berkarya dalam pelayanan yang ketulusan hati. Bacaan injil pada hari itu sangat tepat untuk menemani kita semua yang sedang merayakan hari ulang tahun, Bartimeus adalah contoh orang yang penuh iman, Bartimeus mempunyai kwalitas iman yang sangat baik untuk kita teladani. Ia seorang buta secara biologis, namun imannya tidak. Ia percaya akan apa yang ia dengar, ia ingin tahu tentang Yesus. Dengan teriakannya ia meminta agar Yesus mengasihaninya. “Yesus anak Daud, kasihanilah aku” Pada saat yesus memanggil Bartimeus ada reaksi yang sangat menarik:



1. Berdiri, artinya kesiapan untuk memulai suatu yang baru, dan mencoba mendatangi sumber kebaruan itu

2. Menanggalkan jubah: menanggalkan masa lalu nya, meninggalkan semua kedosaan dan kekelaman yang ia miliki, lalu datang kepada Yesus, sumber kebaruan dalam hidupnya.


Bartimeus menginginkan agar ia bisa melihat, ia ingin dapat melihat secara biologis dan yang kedua adalah melihat secara iman, ia ingin memahami baik dan buruk, boleh dan tidak boleh dalam kehidupan sehari-hari, mengetahui lebih baik tentang sesuatu. Maka di usia ke 53 tahun ini, kita pun diharapkan untuk menyadari secara iman sepenuhnya kepada Kristus sang pembaharu.


Marilah kita semua berpartisipasi aktif di lingkungan, wilayah dan paroki sesuai dengan talenta yang kita miliki. Semoga semakin maju paroki ku dan semakin teguh iman kita.

71 views0 comments

Yorumlar


bottom of page