top of page

Pesan Natal 2019: NATAL TUHAN, NATALMU DAN NATALKU JUGA.

SEBUAH PANGGILAN UNTUK MENJADI SAHABAT BAGI SEMUA ORANG


SELAMAT HARI RAYA NATAL 25 Desember 2019 untuk segenap umat di Paroki Pademangan dan untukmu semua. Kita semua bergembira karena Yesus sudah datang. Ia sudah lahir 2000-an tahun lalu di Betlehem dan kini - di sini, Ia lahir kembali di hatimu dan hatiku. Hati kita semua adalah kandang abadi buat tempat tinggal Yesus. Karena itu mari kita merawat hati, menjaga pikiran agar selalu dipenuhi dengan sukacita dan damai. Ada banyak “perampok hati dan pikiran yang damai” seperti perselisihan, ingkar janji, komunikasi yang putus, hobi yang menyimpang, kesengangan yang merugikan diri sendiri dan sesama, egois dan masih banyak lagi deretan perampok kedamaian hati dan pikiran yang bisa kita tambahkan sendiri sesuai dengan konteks yang kita alami. Semoga kita sanggup melawan dan menerjang perampok kedamaian hati dan pikiran yang kita alami dengan kehadiran Sang Emanuel, Allah yang beserta kita. Dialah damai abadi, asal dan tujuan hidup kita.


Tema Natal KWI dan PGI tahun 2019 yaitu “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang” (bdk 15:14-15”. Sejatinya setiap orang harus menjadi sahabat dari semua dan untuk semua. Menjadi sahabat adalah sebuah panggilan aktif agar kita meniru semangat Yesus yang menjadi sahabat untuk semua orang: yang lemah, yang sakit, yang miskin, yang tertindas dan terpinggirkan. Yesus dalam karyaNya menjadi pembawa dan penyebab sukacita abadi: yang sakit disembuhkan, yang lumpuh berjalan, yang buta melihat, yang tuli mendengar dan yang terpenjarakan dibebaskan. Kita semua diajak untuk menjadi pelaku dan pembawa damai mulai dari keluarga kita masing-masing, di tempat kerja dan di mana saja kita berada.


Kita menjadi sahabat yang baik bisa dengan cara: menjadi pendengar yang baik untuk sesama yang mengalami kesulitan, menjadi motivator yang baik untuk orang yang kehilangan harapan agar kembali optimis, menjadi penolong yang baik untuk orang membutuhkan bantuan. Pertolongan kita bukan pertama-tama yang bersifat materi tetapi seperti hal-hal di atas tadi. Kita membagi berkat yang telah kita terima dengan orang lain, agar berkat itu semakin bertambah. Kalau kita membagi materi, semakin dibagi dia akan semakin habis.


Kita menjadi sahabat bagi semua berarti kita bersahabat lintas suku, bahasa, umur, gender, pekerjaan, tempat tinggal dan bahkan agama. Juga kita diajak untuk terbuka dan bisa bekerjasama dengan siapa saja seperti lintas seksi, kelompok kategorial, lingkungan dan wilayah; juga bekerjasama dengan lintas profesi dan pekerjaan. Kita menjadi sahabat untuk semua yang menampakan wajah Allah yang Maharahim, menghidupkan cinta Allah yang menyelamatkan dan terbuka untuk semua orang. Natal Tuhan adalah natalmu dan natalku juga untuk menjadi sahabat bagi semua orang.


 












P. Gregorius Sasar Harapan, SVD

Pastor Paroki

Paroki Pademangan

Gereja St. Alfonsus Rodrigues

133 views0 comments

Recent Posts

See All

Comments


bottom of page