top of page

Maria Istri Yusuf, Ibu Yesus Oleh : RP. Robert Wowor, OFM

Webinar ini diadakan sehubungan dengan bulan Mei adalah bulan Maria dan wilayah St.Thomas sebagai penyelenggara webinar ini.


Pater Robert mengawali webinar ini dengan mengarahkan perhatian berdasarkan tema webinar, Maria sebagai istri Yosef dan sebagai Ibu Yesus. Maka pertama-tama kita harus menyoroti 2 hal:


1. Kemanusiaan Bunda Maria

2. Melihat campur tangan Ilahi di dalam hidup Maria, dalam hal ini apa yang dilakukan Maria.


Injil Lukas paling banyak mengisahkan tentang Maria, bahkan seri kedua di dalam Kisah Para Rasul, Lukas menyinggung Maria di tengah-tengah Para Rasul bahkan di saat Roh Kudus turun atas para Rasul. Karunia Roh Kudus yang bekerja di dalam diri-Nya.


Kisah awal Maria bisa kita baca dalam injil Lukas dan Matius. Pada awalnya seorang gadis sederhana Maria namanya dan sudah bertunangan dengan Yosef . Dalam adat istiadat Yahudi, bertunangan artinya Maria sepenuhnya sudah ada dalam rencana Yosef. Namun seringkali antara proses pertunangan sampai Maria dijemput dan bergabung dalam keluarga Yosef, diberikan waktu pelatihan agar Maria siap menjadi istri, menjadi Ibu dan menjadi Ibu rumah tangga. Dalam hal ini pernikahan antara Yosef dan Maria adalah pernikahan yang normal.


Yosef tidak pernah menuntut haknya, di saat Yosef tahu bahwa Maria sudah mengandung sebelum mereka menikah. Dalam Injil Matius Yosef yang tulus hati nya berniat menceraikan Maria secara diam-diam, hal ini dimaksudkan agar Maria tidak dipermalukan di depan umum. Yosef, sulit mengerti apa yang Tuhan akan kerjakan terhadap Maria. Maka ia memutuskan untuk meninggalkan Maria secara diam-diam. Yosef lebih memilih, untuk dianggap sebagai laki-laki yang tidak bertanggung jawab, Biarlah rencana Allah yang terjadi. Yosef sangat mencintai Maria, maka Ia tidak mau memaksakan kehendaknya. Tetapi setelah Malaikat Tuhan datang dalam mimpinya maka Yosef menerima Maria menjadi istrinya, mereka hidup bersama dan Yosef menjadi suami dan ayah yang baik, yang selalu mendampingi dan menjaga Maria dan Yesus.


Maria selalu ada di dalam masyarakatnya, ia tidak pernah mengisolir, setelah kabar Malaikat, Maria pergi ke pegunungan Yudea mengunjungi Elisabeth saudarinya, Maria tidak menutup diri, Maria datang kepada Elisabeth. Dari jauh Elisabeth tahu kedatangan Maria, kata-kata pertama yang ia ucapkan : Siapakah aku, hingga Ibu Tuhanku datang kepadaku?.


Rencana Allah adalah misteri yang tidak kita pahami, namun dalam hal ini Maria membuka diri dan mengubah cara nya berpikir, Maria bukan menjadi seorang istri atau ibu biasa. Ia menyadari bahwa ia dijadikan Allah untuk menjalani misi yang sangat khusus dari Allah. Maka ia teringat akan perkataan Malaikat yang memberikan salam kepada nya: Salam Maria, penuh rahmat Tuhan sertamu.


Maria secara mental ia sudah siap untuk menjadi istri bagi Yosef, ia pun sudah siap memimpin rumah tangga sebagaimana orang Yahudi. Seorang ibu memegang peranan penting dalam rumah tangga, mengurus rumah tangga dan mendidik anak. Suami bertugas mencari nafkah, mempertahankan keluarga, menjaga keamanan keluarga.


Maria mendengar dari Yosef, Yosef tidak pernah bertemu langsung dengan malaikat, Yosef hanya bertemu dengan Malaikat dalam mimpinya. Yosef bermimpi bertemu Malaikat dan berpesan paling tidak ada 3 kali :

1. Jangan takut untuk mengambil Maria sebagai istrimu

2. Pergilah bawalah anak itu serta ibu nya untuk mengungsi ke Mesir, karena Herodes hendak mencelakai anak itu.

3. Kembali lah ke tanah mu karena Herodes yang hendak mencelakai anak itu, sudah meninggal


Iman dari Maria semakin mendalam, karena ia melihat Yosef yang sangat tulus hati itu Allah bekerja juga dalam diri Yosef. Maria banyak belajar dari Yosef, tentang ketulusan hati, pendengar yang baik dan selalu melakukan sesuai yang Ia dengar. Maria mendapatkan suatu gambaran dari diri Yosef, kita jangan pernah keluar dalam konteks hidup bersama dalam masyarakat, kita tidak pernah keluar dari iman kita.


Sesudah Yesus lahir, pada hari ke 40, Yosef mengajak Maria dan Yesus untuk tetap setia dan mengikuti seluruh aturan dalam masyarakat, mereka mengungkapkan ucapan syukur dan persembahan, serta anak laki-laki harus disunat. Maria berusaha walaupun mungkin tidak sampai paham, untuk menyimpan baik-baik dalam hatinya segala peristiwa yang terjadi dalam kehidupannya.


Sebagai seorang Wanita, Maria tahu tugas sebagai seorang istri dan ibu melakukan semua dengan penuh tanggung jawab.Yosef, pekerja keras dan tulus hati, ia melakukan tugas dan tanggung jawab nya, sehingga Maria dan Yesus selalu mendapatkan perlindungan dari suaminya. Maria selalu percaya bahwa pemberian Allah itu merupakan suatu anugerah yang luar biasa.


Maria sebagai Ibu Yesus, memberikan teladan sebagai Ibu yang baik Ibu yang penuh tanggung jawab dan setia dalam tugas panggilannya. Berkat ketulusan hati Yosef suaminya, ia banyak belajar untuk bertekun dan berbuat dengan ketulusan hati karena keyakinan akan iman serta penyertaan Roh Kudus dalam hidupnya.


Maka sudah selayaknya kita pun meneladani cara hidup Bunda Maria yang begitu terbuka pada Allah, pasrah akan kehendak Bapa tentu saja kita pun belajar pula dari Bapak Yosef yang tulus hati dan selalu mendengarkan suara Allah dan melakukannya.


145 views0 comments

Comments


bottom of page