top of page

HIDUP SESUDAH MATI, ITU NYATA !

Minggu Biasa XXXII Tahun C 2019

2Makabe 7:1-2.9-14; 2Tes 2:16-3:5; Lukas 20:27-38


SEORANG IBU DENGAN KE 7 ORANG ANAKNYA YANG BERIMAN TEGUH.

Ada sebuah keluarga; seorang ibu dengan ke 7 anaknya disiksa karena keteguhan mereka mempertahankan iman dan ajaran yang benar. Anak-anak muda itu dengan berani mempertahankan iman, dan memilih lebih baik mati daripada hidup tercela, melanggar hukum nenek moyang. Mereka percaya Raja Semesta alam akan membangkitkan mereka untuk kehidupan kekal. Mereka yakin kesengsaraan di dunia ini hanya sementara sifatnya, kepenuhan hidup akan mereka dapat kembali dari Tuhan (bdk 2Mak 7:1-2.9-14)

Kitab Makabe menunjukkan kepada kita sekelompok orang yang ingin hidup dan melihat nilai iman jauh lebih tinggi dari hidup duniawi. Setelah lama mereka berada dalam situasi tanpa pergolakan, aman, lalu perlahan-lahan pertentangan serta penyiksaan terjadi. Dalam situasi sulit seperti itu, kelompok orang ini yakin bahwa Roh Allah akan menolong dan membantu kalau mereka hidup benar, sesuai dengan hukum (Musa) nenek moyang mereka.


Kitab Makabe dan kitab Daniel merupakan yang pertama dalam Kitab Suci menegaskan tentang kebangkitan orang mati. Perjuangan melawan penindasan yang berujung pada kematian (martyrdom) tidak melunturkan keberanian dan semangat iman orang pada zaman Makabe. Makabe memberi kesaksian kepada kita bahwa sejak zaman nenek moyang (Musa), orang Israel sudah percaya tentang kebangkitan kekal. Ada kebangkitan orang mati. Yang membangkitkan orang mati itu adalah Yahwe sendiri. Supaya seseorang memperoleh kehidupan kekal, hal yang perlu dia lakukan dalam hidup yaitu mengikuti hukum Tuhan. Apa pun situasi dan kenyataan yang dialami dalam hidup, jangan pernah meninggalkan Tuhan.


ORANG SADUKI YANG TIDAK PERCAYA AKAN KEBANGKITAN

Ada beberapa orang Saduki yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka menceritakan tentang 7 bersaudara yang menikah dengan wanita yang sama. Yang pertama menikah lalu mati, tidak meninggalkan keturunan. Sampai dengan yang ke 7 menikah dengan wanita yang sama tetapi tidak meninggalkan keturunan. Akhirnya wanita itu juga mati. Pertanyaan orang-orang Saduki tadi, siapakah suami orang ini di hari kebangkitan nanti? (bdk Luk 20:27-38). Ini pertanyaan yang menarik. Kadang orang-orang katolik zaman ini juga bertanya tentang hal yang sama. Yang menarik dari pertanyaan itu, adalah orang yang bertanya tidak percaya akan kebangkitan orang mati. Mereka tidak beriman.

Ajaran iman Katolik mengakui akan kebangkitan orang mati. Ajaran ini sudah ada sejak kekristenan awal, sejak zaman para rasul bahkan jauh sebelumnya dalam sejarah Israel, seperti yang diceritakan oleh Makabe dalam kitabnya. Karena itu dalam credo Nicea dan para rasul, rumusan yang sama dipertahankan, “….aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang kudus, persekutuan para kudus, kebangkitan badan dan kehidupan yang kekal”. Kristus mengajarkan tentang kebangkitan, “Akulah kebangkitan”. Selama karyaNya di depan umum, beberapa kali Yesus menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal. Misalnya Putri Yairus (sang perwira yang percaya kepada Yesus dan memohon bantuanNya), seorang pemuda di Nain (anak dari seorang janda di Nain) dan Lazarus (saudara Maria dan Marta). Itu semua adalah prototype kebangkitan sesudah kematian. Yesus sendiri mengalami apa yang diwartakanNya, Ia menderita, mati di salib, dikuburkan lalu pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati. Ia yang pertama bangkit dari antara orang mati.


Banyak orang zaman ini, mati sebelum meninggal. Maksudnya, orang tidak lagi hidup dalam semangat persaudaraan, tidak lagi memperjuangkan kebaikan umum, kebenaran, keadilan dan kedamaian dalam hidup bersama setiap hari. Orang seperti inilah yang dinamakan mati sebelum meninggal. Dalam kebersamaan tidak ada maaf, tidak ada saling pengertian dan tidak lagi memperlakukan yang lain sebagai saudara. Orang model ini juga termasuk mati sebelum meninggal.

Kita akan mengalami kebangkitan sesudah kematian kalau kita benar-benar pernah hidup sebagai putra-putri kebenaran sebelumnya. Artinya, kita hidup sesuai dengan warta gembira Tuhan kita Yesus Kristus. Kebangkitan itu harus kita perjuangkan setiap saat, melalui usaha-usaha kecil kita untuk terus membaharui diri dan hidup dengan mengutamakan kebaikan umum. Untuk mengalami kebangkitan kita harus melakukan yang baik dan menghindari yang jahat.



Ada seorang Profesor yang tidak suka dengan seorang mahasiswanya yang sangat baik hidup rohaninya. Ia mencintai Tuhan dalam kata dan perbuatan. Sang dosennya, ingin mempermalukan mahasiswa itu di depan kawan-kawannya saat kuliah. Alasannya karena profesor itu tidak memiliki iman. Sang Profesor bertanya; Bento, coba tunjukkan kepada saya Tuhan yang engkau selalu imani itu? Kamu percaya, Dia sebagai sumber segala yang baik dalam hidup ini.


Bento menjawab, saya tidak bisa tunjukkan Tuhan itu kepadamu profesor, tetapi engkau bisa merasakannya dan melihatnya melalui kebaikan yang orang lain tunjukkan kepadamu. Ia hadir melalui sesama yang hadir dalam hidup profesor. Sang profesor menimpal, kalau engkau tidak bisa menunjukkan Tuhan kepada saya dan teman-temanmu, itu berarti Tuhan tidak ada. Maka sia-sialah engkau percaya.


Bento tetap tenang mendengar sinisan profesornya. Lalu dia bertanya balik kepada profesornya. Apakah saya boleh bertanya profesor? Profesor mengijinkannya. Bento melanjutkan, saya pikir bahwa profesor mengajar kami sangat baik. Itu berarti, profesor mempunyai otak yang baik. Kalau betul bapa adalah seorang profesor yang berotak baik, tolong tunjukkan otakmu itu kepada kami?

Teman-teman Bento, tenang dan penasaran. Ruangan kelas menjadi sangat hening. Profesor itu menjawab, saya tidak bisa tunjukkan otak itu kepadamu, tetapi engkau bisa mendengar dan melihatnya melalui pengalamanmu saat engkau mengikuti kuliah-kuliahku. Bento, dengan suara yang tenang, katakan kepada profesornya: kalau begitu, bapa juga adalah orang yang tidak berotak. Dosen tertegun mendengar penjelasan Bento. Sejak saat itu, Profesor itu mulai merubah cara pandang dan cara berpikirnya. Ia kemudian menjadi percaya bahwa Tuhan itu ada dan hadir melalui pengalaman hidup dan orang lain dalam hidup setiap hari.

Iman itu penting untuk memahami misteri kehidupan dan cinta Tuhan kepada kita. Dalam iman, kita akan mengerti bahwa kebangkitan itu ada, kalau kita percaya kepada Yesus dan menghidupi firmanNya.


Ajakan St. Paulus

Allah telah menganugerahkan penghiburan abadi dan Roh Pengharapan. Semoga Ia menghibur dan menguatkan hatimu dalam segala karya dan tutur kata yang baik. Memohon doa dari saudara-saudari di Tesalonika untuk karya pewartaan Paulus agar semakin banyak orang yang bisa mengenal dan mengakui Kristus sebagai penyelamat. Tuhan akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat (bdk 2Tes 2:16 -3:5)


Paulus sebagai pewarta kabar gembira Tuhan, selalu meneguhkan sahabat-sahabatnya dengan dukungan baik dengan kata maupun doa. Paulus sungguh memahami pentingnya dukungan dalam kehidupan bersama. Saling mendukung satu sama lain dalam melakukan hal yang benar itu menjadi mutlak perlu terutama di tengah dunia yang terus berubah dan penuh dengan tawaran instant yang membuat orang mudah tersesat dalam membuat pilihan.

Paulus memberi kepastian bahwa Allah telah menganugrahkan penghiburan abadi dan Roh pengharapan kepada orang yang percaya kepadaNya. Allah akan senantiasa menghibur (menemani) dalam seluruh situasi kehidupan yang kita alami, apa pun modelnya. Kadang dalam menghadapi kesulitan dan tantangan hidup, kita mudah putus asa dan lari dari kesulitan. Terhadap kenyataan seperti ini, Paulus memberi satu kepastian bahwa Roh Pengharapan akan selalu menyertai kita yakni Tuhan sendiri.


Saling mendukung dalam melakukan hal-hal posetif dalam hidup adalah cara paling konkret untuk mencapai perubahan. Di saat orang saling mendukung, apa pun model rintangan yang dihadapi atau bakal dialami pasti selalu ada cara untuk mengatasinya. Semua itu terjadi karena Tuhan selalu menyertai kita. “Tuhan akan memelihara dan melindungimu terhadap yang jahat”. Tuhan sendiri menjadi jaminan bagi orang yang selalu melakukan perintah Tuhan dalam hidupnya.



422 views0 comments

Recent Posts

See All

Edisi: XIII / 2020 / HARI MINGGU PRAPASKAH V

KEMATIAN (BENCANA) REALITAS YANG TIDAK BISA DITOLAK Wabah Corona, menggemparkan dunia. Awalnya bermula dari Wuhan, China. Lalu sekarang ia menyebar dan mewabah ke seluruh dunia. Indonesia juga termasu

コメント


bottom of page