top of page

GERAKAN PERTOBATAN EKOLOGIS


Gambar di samping ini adalah penyu, yang menjadi korban sedotan plastik yang terbawa ke laut dan menyumbat hidung penyu ini. Butuh waktu 100 tahun untuk mengurai sampah plastik, fakta ini menjadi dasar pemikiran bagi semua orang , gerakan peduli lingkungan sudah dibicarakan dan diperjuangkan di berbagai konferensi Nasional KWI, keuskupan sampai komunitas-komunitas kecil di RT/RW.


Terkait dengan masalah ini, Paus Fransiskus pada Juni 2015, mengeluarkan sebuah ensiklik berjudul "Laudato si', on care on our common home." Dalam ensiklik ini, Paus mengajak kita merawat bumi sebagai rumah bersama sebaik baiknya, juga demi generasi yang akan datang. Paus mengingatkan kita akan keserakahan manusia. Paus juga mengajak kita untuk melakukan tobat ekologis karena selama ini kurang peduli. Paus menyinggung pula "utang ekologis" yang kita lakukan. Selayaknya, kita membuat silih atas utang dan dosa ekologis itu.

Kesadaran untuk ber Pantikfoam, harus dimulai dari diri sendiri mengurangi jumlah pemakaian plastik dalam setiap kegiatan hidup kita, dalam setiap pertemuan lingkungan atau gereja, kita membawa botol minum sendiri dan tidak lagi memakai kemasan botol dan gelas plastik. Nabi Yoel adalah contoh seorang Nabi yang peduli terhadap lingkungan hidup, Ia memberikan gambaran bahwa kerusakan alam akan sangat berpengaruh bagi kelanjutan hidup manusia bahkan berdampak pula pada dunia religius, di gambarkan keadaan pada saat itu semua tanaman mengering dan terjadi hama belalang sehingga terjadi bencana , Korban sajian yang biasa dipakai oleh para Imam, pun musnah karena semua anggur dan biji-biji gandum mengering di musim panas yang berkepanjangan.



Dalam kesadaran penuh bahwa umat Katolik juga ikut utang dan dosa ekologis, diupayakan pertobatan ekologis. Ada gerakan memilah dan mengolah sampah. Ada gerakan pantikfoam (pantang plastik dan styrofoam). Ada gerakan menanam pohon. Yang belum dilakukan adalah gerakan "silih ekologis". Artinya, gerakan menyisihkan sebagian uang untuk mengganti emisi karbon yang ditimbulkan karena perjalanan yang dilakukan, khususnya perjalanan naik pesawat, dan memanfaatkan uang itu untuk memelihara bumi.

Tugas kita manusia, adalah memelihara bumi dengan melakukan gerakan pertobatan ekologis semoga bumi kita bisa diselamatkan, mau ber Pantikfoam, melakukan penanaman pohon di lingkungan sekitar kita dan terus menerus berupaya menumbuhkan kesadaran dalam diri kita masing-masing mau peduli terhadap kebersihan lingkungan hidup kita.

Hendaknya kita semua mau meneladani sikap hidup Nabi Yoel, dengan tindakan nyata, melakukan perbuatan yang dapat memberikan keselamatan bagi lingkungan hidup kita sehingga bumi ini dapat terjaga dengan baik, tahu tugas dan tanggung jawab kita sebagai manusia yang ber Hikmat. Mari ber PanTikfoam.


263 views0 comments

Recent Posts

See All

Edisi: XIII / 2020 / HARI MINGGU PRAPASKAH V

KEMATIAN (BENCANA) REALITAS YANG TIDAK BISA DITOLAK Wabah Corona, menggemparkan dunia. Awalnya bermula dari Wuhan, China. Lalu sekarang ia menyebar dan mewabah ke seluruh dunia. Indonesia juga termasu

ATURAN LITURGI SELAMA MASA DARURAT COVID-19

Berdasarkan Surat Keputusan Keuskupan Agung Jakarta(KAJ) No.170/3.5.1.2/2020 23 Maret 2020, diputuskan untuk memperpanjang masa darurat COVID-19 hingga 30 April 2020, peniadaan sementara kegiatan gere

留言


bottom of page